|
||||||
Now We Move Forward!
This is a message from Parum Samigita which is operated
by Ibu Asana Lengkong Viebecke.
It comes from the heart of the Balinese people.
It is a message of love and brotherhood and expresses the message which they
wish to send to the world.
Now We Move Forward!
Sekarang Kita Maju!
25th October 2002
We Balinese have an essential concept of balance. It's the Tri Hita Karana; a concept of harmonious balance. The balance between God and humanity; Humanity with itself and Humanity with the environment. This places us all in a universe of common understanding.
Kami di Bali mempunyai konsep penting mengenai keseimbangan,yaitu Tri Hita Karana, konsep keseimbangan yang selaras. Keseimbangan antara Tuhan dan umat manusia; umat manusia dengan sesama umat manusia, dan umat manusiaan dengan lingkungan. Ini meletakkan kita semua dalam alam pengertian yang universil.
It is not only nuclear bombs which have fallout. It
is our job to minimize this fallout for our people and our guests from around
the world. Who did this? It's not such an important question for us to discuss.
Why this happened - maybe this is more worthy of thought.
What can we do to create beauty from this tragedy and come to an understanding
where nobody feels the need to make such a statement again? This is important.
This is the basis from which we can embrace everyone as a brother; everyone
as a sister.
Bukan hanya bom nuklir yang dapat berjatuhan. Adalah
tugas kita untuk meminimalisir kejatuhan ini bagi rakyat kita dan bagi tamu-tamu
kita dari mancanegara. Siapa yang melakukannya? Pertanyaan ini tidak terlalu
penting untuk kita bicarakan.
Kenapa ini terjadi - mungkin ini lebih pantas dipikirkan. Apa yang dapat kita
lakukan untuk menciptakan keindahan dari tragedi ini, agar dapat mengerti bahwa
tidak ada seorang pun merasa perlu untuk membuat pernyataan seperti itu lagi?
Ini penting. Ini adalah dasar
di mana kita dapat saling merangkul sebagai saudara!
It is a period of uncertainty. It is a period of change.
It is also an opportunity for us to move together into a better future. A future
where we embrace all of humanity in the knowledge that we all look and smell
the same when we are burnt. Victims of this tragedy are from all over the world.
Ini adalah masa ketidakpastian. Ini adalah masa perubahan.
Ini juga merupakan kesempatan bagi kita untuk bergerak bersama untuk menyambut
masa depan yang lebih baik. Masa depan di mana kita merangkul umat manusia dalam
pengetahuan bahwa kita semua tampak dan mempunyai bau serupa dalam keadaan terbakar.
Korban tragedi ini berasal dari seluruh dunia.
The past is not significant. It is the future which is important. This is the time to bring our values, our empathy, to society and the world at large. To care. To Love.
Masa lalu tidak penting. Masa depanlah yang penting!
Ini adalah saat untuk memperlihatkan nilai-nilai dan empati kita kepada masyarakat
dan seluruh dunia. Untuk peduli, untuk mencintai.
The modern world brings to many of us the ability to rise above the core need
for survival. Most people in the developed world no longer need to struggle
to simply stay alive. It is our duty to strive to improve our.
Banyak dari kita telah mampu menggunakan kehidupan
modern untuk berkembang yang telah berkembang tidak lagi perlu berjuang untuk
sekadar hidup. Tugas kita adalah untuk berusaha memperbaiki kualitas hidup kita!
We want to return to our lives. Please help us realize this wish.
Kami ingin kembali ke kehidupan kami! Bantulah kami untuk
mencapai keinginan kami ini.
Why seek retribution from people who are acting as they see fit? These people are misguided from our point of view. Obviously, from theirs, they feel justified and angry enough to make such a brutal statement.
Kenapa cari ganti rugi dari orang-orang yang bertindak semaunya? Menurut pandangan kami, orang-orang ini telah sesat! Tentu, dari sudut pandang mereka, mereka merasa mempunyai hak dan rasa amarah yang cukup untuk membuat pernyataan yang sedemikian brutalnya.
We would like to send a message to the world - Embrace this misunderstanding between our brothers and lets seek a peaceful answer to the problems which bring us to such tragedy.
Kami ingin menyampaikan pesan kepada dunia - rangkullah kesalahpahaman antara saudara-saudara kami, dan mari kita cari jawaban damai untuk masalah-masalah yang telah mengakibatkan tragedi.
We embrace all the beliefs, hopes and dreams of all the people in the world with Love.
Kami merangkul semua kepercayaan, harapan dan mimpi
dari orang-orang diseluruh dunia dengan rasa cinta.
Do not bring malice to our world. What has happened has happened. Stop talking
about the theories of who did this and why. It does not serve the spirit of
our people. Words of hate will not rebuild our shops and houses. They will not
heal damaged skin. They will not bring back our dead.
Janganlah membawa dendam ke dalam dunia kami! Yang
terjadi biarlah terjadi.
Berhentilah berteori mengenai siapa yang melakukannya dan mengapa dilakukannya.
Hal itu tidak akan bermanfaat bagi jiwa kami. Kata-kata kebencian tidak akan
membangun kembali toko dan rumah-rumah kami. Kata-kata kebencian tidak akan
menyembuhkan kulit yang telah rusak.
Kata-kata kebencian tidak akan mengembalikan mereka yang telah meninggal.
Help us to create beauty out of this tragedy.
Bantulah kami menciptakan keindahan dari tragedi ini
Our community is bruised and hurting. Our spirit can never be broken.
Komunitas kita memar dan sedang sakit; namun jiwa kami tidak akan pernah rusak.
Everybody in the world is of one principle brotherhood.
Setiap orang di dunia berprinsip satu: persaudaraan.
Paras Paros Sarpanaye Sabayantaka
Tat Twam Asi - (No translation - mediate on this Mantra).
Anda adalah saya dan saya adalah anda.
We have a concept in Bali, Ruwa Bhineda, a balance
between good and bad.
Without bad there can be no good. The Bad is the 'sibling' of the Good. Embrace
this concept and we can move forward into a better world.
Kami mempunyai konsep di Bali: Ruwa Bhineda, keseimbangan antara yang baik dan yang jahat. Tanpa kejahatan tidak mungkin ada kebaikan. Yang Jahat adalah saudara kandung yang Baik. Rangkullah konsep ini dan kita akan maju menuju dunia yang lebih baik.
You love your husband and wife but sometimes you fight. Fear arises and shows its opposition to love. This is normal. This is a natural, essential.
Anda mencintai pasangan anda, tapi kadang-kadang ada perselisihan faham. Ketakutan timbul dan memperlihatkan pertentangan akan cinta. Ini normal. Ini alamiah, dan merupakan bagian penting dari kehidupan.
There is Sekala / Nisikala - the underworld forever
in darkness merging with our world in the light.
Ada sekala/Nisikala - dunia penjahat selamanya dalam kegelapan
menyatu dengan dunia kita dalam terang
These are the concepts by which we, as Balinese, live our lives. Please, we beg you, talk only of the good which can come of this. Talk of how we can reconcile our 'apparent' differences. Talk of how we can bring empathy and love into everybody's lives.
Ini merupakan konsep yang merupakan gaya hidup kami
orang Bali. Kami mohon, bicaralah hanya mengenai hal-hal yang baik, yang dapat
timbul dari kejadian ini.
Bicaralah bagaimana kita dapat mendamaikan ketidaksesuaian kita yang nyata.
Bicaralah mengenai bagaimana kita dapat menimbulkan empati dan cinta dalam kehidupan
setiap insan.
The overwhelming scenes of love and compassion at Sanglah Hospital show us the way forward into the future. If we hate our brothers and sisters we are lost in Kali Yuga.
Pemandangan cinta kasih yang meluap-luap di Rumah Sakit Sanglah menunjuk kami ke masa depan. Bila kita membenci saudara-saudara kami, maka kami akan hilang di Kali Yuga.
If we can Love all of our brothers and sisters, we have already begun to move into Kertha Yuga. We have already won 'The War Against Terrorism'.
Bila kita dapat mencintai saudara-saudara kita, kita telah mulai menuju ke Kertha Yuga. Kita telah menang "Perang melawan Terorisme".
Thank you for all your compassion and love.
Terima kasih untuk kasih sayang yang telah anda berikan
BaliSOS Group
This page (/pages/parumsamigita.html) counted 5 visitors today and 3,121 views since 31.08.2010 Disclaimer: © 2002 - 2006 by BaliSOS Emergency Group
|