Forums   Waktu di Bali : Sunday, 27-Feb-2017 4:23

Posko Darurat Bali

Berita yg berhubungan dgn Bomb Bali
BaliSOS fokus: Korupsi, Kolusi dan Nepotismi
EnglishIndonesianGermanFrench Japanese

Transparency International Indonesia- Koalisi Terhadap Korupsi
Indonesia Corruption Watch
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


Berita Bali - March 17, 2005

Managing Corporate Governance in Asia
The Effects of Corruption in Asia to be discussed by corporate decision makers at Bali Conference on April 7 and 8, 2005

200 CEOs and senior executives from corporations and governments around Asia will gather in Bali this April to discuss the positive business results that can be obtained when a company embraces anticorruption strategies and find ways how Government, Corporations, Media and the Judiciary can cooperate in the fight against corruption.

On April 7-8, the third annual Managing Corporate Governance in Asia Conference will be held in Bali with the theme "Corruption in Asia - Its effect on Business and Nations". Business and political leaders, as well as high-ranking experts from international organizations and NGO's from all over the world will provide their viewpoints and expertise of the negative effects of corruption and how to minimize its occurrence.

Mr. George Tahija, President/Director of PT. Austindo Nusantara Jaya will co-chair the MCGA with Mr. Jose L. Cuisia, Jr., President and CEO of Philippine American Life and General Insurance Company. The Conference is organized by the C.V. Starr Chair in Corporate Governance in Asia which is endowed by AIG, the Asian Institute of Management - Ramon V. del Rosario, Sr. (AIM-RVR) Center for Corporate Responsibility and the AIM-Hills Governance Center.

"It is time for companies to have a better understanding of how corruption negatively impacts the growth and development of national economies. Corporate decision makers in Asia need to learn to succeed in business without engaging in corrupt practices." said Tahija.

An impressive list of organizations are cooperating to make the conference successful: Confederation of Asia-Pacific Chambers of Commerce and Industry (CACCI); The Asia Foundation (TAF); Association of Development Financing Institutions in Asia and the Pacific (ADFIAP); International Finance Corporation (IFC); United Nations Development Program - Indonesia (UNDP); Indonesia Business Links (IBL); Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI); Ikatan Alumni AIM Indonesia (IAAIMI); Academy of Corporate Governance (ACG); Center for International Private Enterprise (CIPE); Center for Good Corporate Governance (CGCG) Korea; Makati Business Club (MBC) Philippines; and All India Management Association (AIMA)

Sponsored in Indonesia by Bank Niaga and the United Nations Development Programme, the Conference aims to highlight how the improvement of corporate governance in Asia can help in reducing corruption in both the private and public sectors, thereby contributing to robust economic development. Other sponsors include Pearl Oil (Jambi) Ltd., Garuda Indonesia, PT Freeport Indonesia, AIG Lippo, Shell, Figaro Coffee Company, Hills Governance Center, Daya Dimensi Indonesia and PricewaterhousCoopers. The official media partners include the International Herald Tribune, Business Monitor International, Corporate Governance Asia, SWA Sembada, Finance India, KWR International, Philippine Graphic, Asiamoney, Asialaw and the China Law and Practice.

The President of Indonesia, H.E. Susilo Bambang Yudhoyono, H. E. Prime Minister Abdullah Bin Ahmad Badawi, the Prime Minister of Malaysia and General Fidel Ramos, former President of the Philippines have been invited to grace the occasion and deliver the Opening Keynote addresses.


BERITA KUTA

12 October 2003

jalan legian tertutup untuk semua kendaraan selama 24 jam mulai jam 6 pagi

GROUND ZERO:
8 am to 3 pm : terbuka untuk public untuk renungan

3 pm to 5 pm : tertutup untuk public dan terbuka hanya untuk keluarga korban untuk mengenang anggota keluarga mereka tercinta

5 pm to 10 pm : terbuka kembali untuk publik

10 pm to 11.30 pm : tertutup untuk public dan terbuka hanya untuk keluarga korban untuk mengenang anggota keluarga mereka tercinta

SENTRA INFORMASI MANAJEMEN PERKOTAAN KUTA YANG TERLETAK DISEBELAH EX. SARI CLUB MENYEDIAKAN MINUMAN SERTA MAKANAN KECIL CUMA-CUMA UNTUK PARA KELUARGA KORBAN – SILAKAN MAMPIR

TENGAH MALAM S/D 2 AM : MARILAH KITA BERSAMA MEMPERINGATI SERTA MERENUNGI TRAGEDI KEMANUSIAAN SERTA BERDOA UNTUK PARA KORBAN

PARA MEDIA DIHARAPKAN UNTUK MENDAFTARKAN DIRI DI KANTOR LPM KUTA DI KANTOR LURAH KUTA, JALAN BLAMBANGAN, KUTA SEBELUM BELOKAN KE SUPERNOVA

Pencegahan & Persiapan SARS: Update 20 Juni 2003

SARS Statistik
(
WHO, 19 Juni 2003)
Sampai saat ini, jumlah total 8462 kemungkinan kasus SARS dan 804 kematian telah dilaporkan dari 29 negara.
Jumlah kumulatif kasus kemungkinan melebihi 5000 pada tanggal 28 April, 6000 pada tanggal 2 Mei dan 7000 pada tanggal 8 Mei.
Menurut data dasar yang lebih akurat dan lengkap, dan metode yang lebih dipercaya WHO kini memperkirakan kasus berdasarkan rasio SARS antara 0% sampai 50% tergantung kepada kelompok umur yang terinfeksi, dengan perkiraan keseluruhan kematian antara 14% sampai 15%.
Saat ini, 7178 orang telah sembuh dari SARS, 480 orang masih sakit.
Secara keseluruhan kematian sampai saat ini sekitar 10.07%.
(June 4: 11.84% - Mei 23: 13.74% - Mei 3: 13.87%).
Data terbaru: Transmisi dalam Penerbangan
Data lengkap dari informasi yang terbaru mengenai semua kasus belum diperoleh. Namun, kini telah diketahui dalam satu penerbangan, para penumpang yang duduk sampai barisan ke tujuh di depan dan 5 barisan ke belakang dari orang yang mempunyai gejala SARS dapat terinfeksi. WHO memperingatkan pada 4 penerbangan, yang mana dua diantaranya dalam penerbangan CA112 telah terinfeksi.
Bagaimanapun juga, kini kita dapat optimis bahwa epidemi SARS dapat dihentikan.
Negara-negara yang melaporkan kasus ini kebanyakan tidak pernah mengalami transmisi lokal, dan situasi mengenai transmisi lokal ini di negara penyebab utama yaitu Cina semakin hari semakin meningkat.
Karena tekanan sosial yang tinggi karena ketakutannya akan SARS, Cina mungkin akan menemukan jalan keluar dalam usahanya memerangi penyebaran penyakit ini.

Bali, Indonesia (BaliSOS)
Di airport internasional di Denpasar, sebuah tim media yang terdiri dari 10 dokter dan 8 perawat setiap saat mengadakan monitoring dari kedatangan para wisatawan/pendatang, terutama difokuskan pada wisatawan/pendatang yang datang dari negara-negara yang terjangkit SARS.
Tim ini bertanggung jawab untuk pendeteksian sedini mungkin, pemeriksaan badan dan pengidentifikasian dari para penumpang yang diduga terjangkit SARS.

Tentang SARS: Masa inkubasi (jangka waktu antara mulai terjangkit wabah dan awal terlihatnya tanda-tanda) untuk SARS berlangsung antara 2 - 12 hari.
Untuk saat ini belum ada methode untuk mendeteksi infeksi SARS sebelum terlihat tanda-tanda.
Hanya sekitar 10% - 20% dari orang yang terinfeksi SARS menghasilkan penghilangan tanda-tanda.
Kebanyakan dari hal tersebut tidak dapat bertahan.
Penyebab dari infeksi SARS kebanyakan hanya flu ringan.
Jika orang tersebut tidak menemui dokter dan diisolasi, maka selanjutnya mereka akan menyebarkan wabah tersebut ke banyak orang. Baca lebih lanjut disini

Untuk saat ini belum ditemukan adanya kasus SARS di Bali.
Tetapi dampak dari SARS pada sektor pariwisata telah terasa sekali dan begitu pula dengan pekerjaan.
Jumlah kedatangan di bandara pada bulan April 2003 mengalami penurunan yaitu sejumlah 53.714 dibandingkan dengan bulan Maret 2003 yaitu sejumlah 72.263 .
Meskipun demikian kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai hal yang terburuk yang akan terjadi terhadap kasus SARS tanpa perlu mengkhawatirkannya setiap hari.
Bali tidak memiliki suplai yang cukup untuk masker wajah atau alat bantu nafas (ventilators).
Untuk saat ini kecuali BaliSOS, belum ada terjemahan langsung dari WHO atau CDC tentang informasi yang dapat dipercaya untuk menolong khalayak umum untuk mengetahui langsung tentang situasi yang sedang dianalisa dan ditinjau oleh WHO atau CDC.

Kita mengetahui dengan baik bahwa Indonesia adalah negara yang miskin dan sistem kesehatan secara umum selalu terbentur pada masalah keuangan.
Konsultasi dengan seorang dokter bisa didapatkan dengan biaya murah dari sebagian gaji perbulan, dari hasil survey kebanyakan orang konsultasi ke dokter hanya jika mereka sakit. Sehingga tanpa adanya uang secara umum tidak akan ada pertolongan medis yang tersedia disini.

Pemerintah Indonesia dan pemerintah propinsi Bali saat ini sedang terfokus pada masalah pencegahan SARS dan melakukan berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga agar Indonesia tetap terbebas dari wabah SARS serta mempersiapkan diri dengan baik jika suatu saat Indonesia terserang wabah SARS.

Untuk pengetahuan yang baik dan tepat hampir tidak ada sama sekali organisasi kemanusiaan yang aktiv ikut serta menanggulangi penyebaran wabah SARS di Bali atau tempat lain di Indonesia.
Kami perhatikan dan tetap tidak mengerti ketidaktahuan ini!
Tetapi mungkin pejabat di organisasi kemanusiaan memerlukan beberapa minggu lagi dan beberapa kali pertemuan dengan dewan pengurus sebelum mereka mempersiapkan untuk melakukan tindakan.

BaliSOS menerima bantuan logistic dari Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia - Bali.
BaliSOS telah menerima sumbangan peralatan dari BIWA (Bali International Women Foundation) senilai kurang lebih 1.400 EURO.

Australian Red Cross menginformasikan kepada kami pada tanggal 25 April, bahwa mereka sedang menilai kemungkinan mereka untuk terlibat di dalam upaya persiapan dan pencegahan wabah SARS di Indoneasia termasuk Bali.

Pada tanggal 30 April kami diberitahukan oleh Australian Red Cross, bahwa semua dana yang terkumpul selama "Seruan Bali" setelah terjadinya pemboman di Kuta, telah dialokasikan dan tidak ada dari dana tersebut untuk langkah - langkah yang berhubungan dengan SARS.

BaliSOS mengerti bahwa total dari jumlah biaya adalah kira-kira sekitar 14 juta dolar Australia, yang telah disumbangkan sebagai tindak lanjut dari "Seruan Bali", tetapi tidak ada dana yang telah dialokasikan langsung untuk menolong orang-orang di Bali atau para korban bom non Australia.

Palang Merah Indonesia - Bali menawarkan dukungan logistik dan penggudangan alat - alat jika kami memiliki sesuatu untuk disimpan.
Mereka akan sesegera mungkin menolong jika pengkarantinaan memerlukan untuk dilaksanakan, atau bencana lain melanda Bali. Semua dana mereka telah dialokasikan untuk masalah non-SARS.

BaliSOS telah mensuplai kepada para pekerja di Bandar Udara International Bali yang berhubungan dengan para wisatawan yang tiba, dengan peralatan perlindungan seperti masker wajah, sarung tangan dan sabun antiseptik secara teratur sejak tanggal 4 April 2003.

Aktivitas utama BaliSOS yang lainnya yang sedang dilakukan adalah mencari dukungan terhadap kampanye "Saatnya Damai" untuk kewaspadaan masyarakat, dengan memfokuskan pada informasi bagaimana cara untuk menekan resiko penyebaran penyakit dan reaksi yang panik serta ketakutan.

Ringkasan aktivitas yang sedang dilakukan oleh BaliSOS :

  1. Mensuplai peralatan perlindungan seperti masker wajah, sarung tangan dan sabun antiseptic ke para pekerja dan petugas kesehatan di bandara.
  2. Menyebarkan informasi tentang SARS ke para pekerja dan petugas kesehatan di bandara .
  3. Menterjemahkan informasi dari WHO dan CDC ke bahasa Indonesia, menerbitkan pada www.BaliSOS.com dan menyediakannya kepada Rumah Sakit Sanglah, Menteri Kesehatan Indonesia, Departemen kesehatan Bali, para pekerja di bandara dan yang lainnya.
  4. Mengumpulkan informasi tentang kondisi pengkarantinaan di Bali dan mencarikan solusinya untuk perbaikan.
  5. Menyusun dan merencanakan kontak dengan perwakilan Pemerintah Propinsi Bali, WHO, beberapa rumah sakit, bandara serta organisasi pendonor dan organisasi kemanusiaan baik lokal maupun international.
  6. Mencari bantuan logistik dan financial untuk membantu Bali dan Indonesia mencegah penularan SARS dengan sebaik mungkin.



Salam,
Made Sambu
(Harry Bleckert)
Koordinator Bali SOS Group
www.BaliSOS.com
Ph: +62 (361) 731-130
Hp: +62 (818) 357-726

Links:
Departemen Kesehatan Rep. Indonesia www.depkes.go.id
Organisasi Kesehatan Dunia Indonesia (WHO) www.who.or.id
World Health Organization (WHO) www.who.int/csr/sars/en
Center for Desease Control (CDC, USA) www.cdc.gov/ncidod/sars

Keterangan Lebih Lanjut!
Hubungi
BaliSOS jika anda ingin menyumbangkan waktu anda atau hal lain.

Tanya jawab tentang SARS

Informasi lain tentang SARS

BOM BALI
Pada tanggal 12 Oktober, jam 23:15 Wita terjadi ledakan bom di Legian, Kuta. Di pusat pariwisata Bali; tepatnya di nightclub terkenal dikawasan ini yaitu "Sari Club" dan "Paddy’s". Ledakan ini mengakibatkan sedikitnya 187 orang meninggal dunia (data terakhir tanggal 13 Oktober jam 20.00 Wita). Banyak korban menderita luka bakar yang cukup serius dan mendapat perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Bali.

To all Help Organisations engaged in Bomb Victim Care or other Bali Recovery Activities:
Please let us have your Financial Reports for Publication on this Website.
BaliSOS is dedicated to help make all recovery related activities more transparent thus preventing any potential for misuse of donated funds.
Please mail reports to: admin@BaliSOS.com

News Update

Nationalities of people killed in Bali blasts

BALI, Indonesia, Feb 19 (Reuters) - Indonesian police released an estimated final death toll of 202 from the October 12 bomb attacks.
People from at least 20 countries were killed in the bombings, the biggest attack since the September 11, 2001 strikes on the United States. Below is a breakdown of casualties by nationality:
-----------------
Australia 89
Indonesia 38
Great Britain 23
Sweden 9
United States 7
Germany 6
Netherlands 4
Denmark 3
New Zealand 3
France 3
South Africa 2
Japan 2
South Korea 2
Brazil 2
Italy 1
Taiwan 1
Portugal 1
Equador 1
Poland 1
Canada 1
Unknown 3
-------------------------
KELOMPOK KERJA BALI SETAMAN:
In cooperation with the DPRD of Bali, we would like to invite the Head or Director of your organization to “Rembug Krama Bali” (Bali Community Discussion). This event will provide a forum for coordination between the programs of organizations involved in the Bali recovery program. The time and venue are:
Date : 19-20 February 2003
Time : 08.30
Venue: Gedung DPRD Bali, Niti Mandala-Renon, Denpasar, Bali
Agenda - Proposal

Bali to use 911 Emergency Response System???

CGI - The Consultative Group on Indonesia
"Promoting Equitable Growth, Investment and Poverty Reduction" - Bali, January 21-22, 2003, 8:30am-5:30 pm
- Agenda of the 12th Consultative Group Meeting on Indonesia
- Confronting Crisis:
Impacts & Response to the Bali Tragedy [*.pdf-245kb]


Summary of the Bali Recovery Group Database (Jan-07-2003):
 38 Indonesians identified and confirmed killed
151 Indonesians Injured
72 Indonesians Missing (current figure, dead!?!)
261 Families identified as eligible for assistance, of which
88 Families are currently known to be receiving assistance.
To date Rp 864 million has been paid to these families.


Eric Kaler from Rotary/YKIP informed the us as follows:

World Bank – USAID – UNDP are working together on a survey, which will be used to manage their response.
The assessment they produce from the surveys will be announced at the CGI meeting in Bali at the end of January.

Most of their US$30 Million earmarked for Bali will be distributed at the Kecamatan level after focus groups determine the needs and government plans and approvals are received. Largest allocations are likely to be for infrastructure improvements in each of the 53 Kecamatans, and not for food, unemployment, or tourism programs.

Other large organizations planning recovery assistance are:

Asian Development Bank Undetermined amount
JICA/Japan Embassy US$20 Million
AUSAID US$1.4 Million
DFID/British Embassy US $300,000
UNICEF US $55,000
World Bank/Netherlands US$4 Million
Total US $55.75 Million


Baca jawaban Bali tentang teroris

The Seeds of Evil Winds

Location - Map of Bali

Jika anda memerlukan informasi tentang situasi yang sedang terjadi saat ini di Bali, atau anda ingin mengkontribusikan bantuan dan informasi anda, anda bisa menghubungi langsung

BaliSOS

Tentang BaliSOS

Website ini dibentuk oleh sukarelawan pada tanggal 14 Oktober 2002 dan diterbitkan pertama kali bekerjasama dengan kelompok sukarelawan Pusat Krisis Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali dan yang lainnya dari Bali dan dari berbagai negara di dunia.

Kini, 5 bulan setelah peristiwa bom, kami masih dalam proses dalam pendefinisian struktur dan misi kami.

BaliSOS akan terus membantu dalam :

  • Respon Darurat & Pelayanan Hotline
  • Komunikasi & Jaringan antara Organisasi Bantuan Bali, Indonesia & Internasional.
  • Memberikan informasi detail tentang Organisasi Bantuan & Pelayanan yang aktif di Bali.
  • Informasi & dukungan untuk keluarga dan kerabat para korban.
  • Koordinasi para sukarelawan.
  • Koordinasi Pelayanan Ambulan Darurat Bali dengan nomor telpon tunggal ( detail ).

Kami akan terus sampaikan kabar terbaru dan informasi lebih lanjut segera setelah kami mendapatkan informasi tersebut langsung dari sini, dari Bali. Kami berbicara dengan para korban peristiwa bom, masyarakat yang tinggal di desa dan wilayah Kuta, orang-orang yang bekerja di rumah sakit, kedutaan, NGOs, penduduk, orang-orang yang sedang berlibur, para penghuni hotel, dan pihak yang berwenang.
BaliSOS berusaha untuk membantu dengan cara memberikan informasi dan jaringan bantuan.
BaliSOS saat ini didanai oleh sukarelawan yang sedang bekerja dan dalam proses awal pendefinisian misi dan visi untuk menjelaskan komitmen.

Jika Anda mempunyai pertanyaan atau mencari informasi mengenai orang yang ada sayangi dan sedang berlibur di Bali, hubungi Bali Hati Foundation dan para sukarelawan akan mencoba untuk menghubungi dan melacaknya di sini.

Jika Anda membutuhkan informasi mengenai situasi saat ini di Bali, atau Anda ingin menyumbangkan tenaga Anda atau informasi, kontak BaliSOS langsung.
BaliSOS.com versi bahasa Inggris, pada dasarnya adalah kabar yang terbaru, versi bahasa yang lain mengikuti perkembangan setelah versi Inggris.
Perhatikan tanggal update terakhir di halaman bagian bawah.

 


BaliSOS Telpon +49 (0)176 4822-3136 -

BaliSOS Group
Koordinator : Made Sambu (Harry Bleckert)
Desain & Layout : Made Kartha, Ida Bagus Anom

Disklaim :
BaliSOS Group tidak bertanggung jawab atas kebenaran dari isi Forum Diskusi.
Kami tidak mempunyai sumber yang cukup untuk penelitian dan konfirmasi tentang kebenaran atas semua yg di beritakan dalam web site ini.
BaliSOS Group tidak bekerja sama dengan International SOS Bali Clinic.

© 2002 - 2006 oleh BaliSOS Group
Bali, Indonesia & Hamburg, Germany