Google
Forums

News from the Dark Side of the Moon:
Bali Broadcasting Service


Bali-in-Danger

Waktu di Bali : Thursday, 29-Aug-2008 4:10
Webmail
Web Hosting Gratis

Posko Darurat Bali

Berita yg berhubungan dgn Bomb Bali


SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME (SARS),
INFORMASI UNTUK PETUGAS MEDIS


DEFINISI
1.
Suspect case (dugaan)
Penyakit saluran nafas yang tidak diketahui etiologinya dengan onset sejak 1 Februari 2003, dan criteria berikut ini :
-
Hasil pengukuran suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius DAN
-
Satu atau lebih temuan klinis gangguan saluran nafas (seperti batuk, sesak nafas, kesulitan bernafas, hipoksia, atau temuan radiografi yang menandakan pneumonia atau sindrom pernafasan distress akut) DAN
-
Bepergian* dalam 10 hari sejak timbulnya gejala-gejala di atas ke daerah yang dilaporkan terjangkit SARS (lihat daftar di bawah ini) ATAU
Kontak dekat** dengan seseorang yang diketahui atau diduga menderita SARS dalam 10 hari sejak timbulnya gejala-gejala.
 
2.
Probable case (kemungkinan besar)
Suspect case ditambah satu dari kententuan berikut ini :
-
Bukti radiografi dengan pneumonia atau sindrom pernafasan distress akut
-
Temuan autopsy yang konsisten dengan distress respiratory syndrome tanpa dapat diidentifikasi sebelumnya
 
*
Bepergian termasuk transit di airport pada daerah yang terjangkit atau diduga memiliki kasus SARS.
Daerah dengan laporan atau dugaan telah terjadi penularan SARS : Republik Rakyat China (daratan Cina dan Hongkong (daerah administrasi khusus), Hanoi, Vietnam, Singapura, dan Toronto, Canada.
**
Batasan kontak dekat ialah : merawat, tinggal dengan, atau kontak langsung dengan sekresi dan atau cairan tubuh dari pasien yang diketahui atau diduga menderita SARS.
 
DIAGNOSIS / EVALUASI
Test diagnostik inisial untuk pasien-pasien dengan dugaan (suspect) SARS harus meliputi : rontgen dada, pulse oxymetri, kultur darah, hapusan gram dan kultur dahak, dan pemeriksaan untuk patogen-patogen virus pernafasan, seperti virus influenza A dan B, dan respiratory syncytial virus. Specimen untuk Legionella dan test pneumococcal urinary antigen juga harus dikerjakan. Klinikus harus menyimpan semua specimen yang tersedia (pernafasan, darah, dan serum) untuk pemeriksaan tambahan sampai diagnosis yang spesifik ditegakkan. Pada masa akut dan penyembuhan (setelah hari ke-21 sejak onset munculnya gejala) contoh serum harus diambil dari setiap pasien yang memenuhi kriteria kasus SARS.
Klinikus yang memeriksa kasus-kasus dengan dugaan SARS harus selalu mengikuti standar proteksi (hygiene tangan) dan pernafasan (seperti respirator N-95) dan kontak (seperti jubah dan sarung tangan). Sampai cara penularan diketahui dengan pasti, proteksi mata juga harus digunakan oleh semua klinikus yang kontak dengan pasien.
 
ETIOLOGI
The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan laboratorium lainnya telah bekerja keras guna menemukan penyebab SARS. Salah satu kuman yang diduga sebagai penyebab SARS ialah coronavirus. Untuk membuktikan dugaan ini CDC dan laboratorium lainnya berusaha mengembangkan suatu pemeriksaan / test baru untuk mendeteksi keberadaan coronavirus yang telah diisolasi dari beberapa pasien SARS.
 
Siapakah coronavirus ?
Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang memiliki halo atau penampakan mirip mahkota (crown –like /corona) di bawah mikroskop. Virus kelompok ini merupakan penyebab umum dari infeksi saluran nafas ringan sampai sedang pada manusia. Pada hewan ia sanggup menimbulkan gangguan pada saluran nafas, pencernaan, hati, dan jaringan saraf. Coronavirus dapat bertahan dalam lingkunan bebas selama 3 jam.
 
Pemeriksaan apa yang tersedia utnuk mendeteksi coronavirus ?
1.
Tes antibodi (ELISA – Enzyme Link Immuno Sorbent Assay). Pemeriksaan ini berupaya mendeteksi antibodi dalam serum penderita. Celakanya, test ini hanya reliable 20 hari sejak munculnya gejala klinis. Dengan kata lain, pemeriksaan ini tak dapat digunakan untuk deteksi SARS stadium dini. Selain ELISA, pemeriksaan lain yang juga berupaya mendeteksi antibody ialah IFA (Immunoflorescence Assays). Test ini sanggup mendeteksi imunoglobulin M, 10 hari sejak timbulnya penyakit. Sekalipun hasilnya sungguh dapat dipercaya, namun dibutuhkan beberapa bahan / alat pemeriksaan tambahan seperti : mikroskop immunofluoresecent dan virus hidup dalam kultur sel.
2.
Tes molekuler – PCR (Polymerase Chain Reaction). PCR dapat mendeteksi materi genetik dari coronavirus dalam berbagai specimen (darah, tinja, atau lendir saluran nafas). Untuk dapat melakukan pemeriksaan ini beberapa primers telah dibuat oleh Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, Laboratorium Klinik Federal Canada, Universitas Hongkong, and Unit Virus Pemerintah Hongkong dan Canada. Kekurangan cara ini ialah tingginya kejadian false negative (negatif palsu). Artinya seseorang yang membawa / memiliki virus ini tidak terdeteksi melalui pmeriksaan (hasil pemeriksaan negatif). Keadaan ini sungguh berbahaya, lebih-lebih saat sekarang. Saat kita sedang gigihnya memutus penularan infeksi.
3.
Kultur sel . Virus dari berbagai specimen (lendir pernafasan, darah) penderita SARS dapat dideteksi dengan menginfeksi sel kultur seperti sel-sel VERO.
 
Hasil tes positif menandakan pasien tersebut sedang atau baru saja terinfeksi coronavirus. Namun, hasil yang negatif dari seluruh pemeriksaan di atas tidak berarti pasien TIDAK menderita SARS.
 
Hasil test negatif. Diagnosis SARS tidak bersandar pada temuan laboratorium, tetapi lebih pada evaluasi klinis dan riwayat paparan / eksposur.
 
Hasil test negatif dapat berasal dari :
1.
False negative (negatif palsu). Artinya : hasil test negatif, namun sesungguhnya pasien terinfeksi (di dalam badannya terdapat coronavirus). Para ahli masih terus berupaya menekan tingginya kejadian false negative ini .
2.
Pasien tidak terinfeksi coronavirus. Pasalnya sampai hari ini kita belum sepenuhnya mengetahui jika betul coronavirus yang jadi kausa flu misterius ini. Tidak tertutup kemungkinan patogen lain pun (viru atau baketri lain) melahirkan gejala-gejala gangguan pernafasan dan pneumonia.
3.
Specimen tidak diambil pada saat virus atau materi genetiknya diekskresi (dikeluarkan). Periode eksresi dapat demikian singkat, tergantung dari jenis specimen yang diperiksa.
 
TERAPI
Oleh karena etiologi dari penyakit ini belum diketahui, belum ada rekomendasi terapi yang spesifik. Terapi empirik harus meng-cover organisme yang berkait dengan community –acquired pneumonia dengan penyebab yang tidak jelas, meliputi agent dengan aktivitas yang sanggup melawa patogen pernafasan yang tipikal dan atipikal. Pilihan terapi juga ditentukan oleh beratnya penyakit. Konsultasi dengan konsultan penyakit infeksi sangat dianjurkan.


Diterjemahkan oleh : Dr. Injil Abu Bakar



BaliSOS Telpon +49 (0)176 4822-3136

BaliSOS Group
Koordinator : Made Sambu (Harry Bleckert)
Desain & Layout : Made Kartha, Ida Bagus Anom

Update terakhir : Monday, 12-May-2003 15:10:43 UTC
This page (/sars/infor.id.html) counted 1 visitors today and 1,667 views since 18.11.2006
172 pages were viewed on BaliSOS.com today and 1,977,596 total pages since 14.10.2002
 Google PageRank for BaliSOS.com/sars/infor.id.html

Disklaim :
BaliSOS Group tidak bertanggung jawab atas kebenaran dari isi Forum Diskusi.
Kami tidak mempunyai sumber yang cukup untuk penelitian dan konfirmasi tentang kebenaran atas semua yg di beritakan dalam web site ini.
BaliSOS Group tidak bekerja sama dengan International SOS Bali Clinic.

© 2002 - 2006 oleh BaliSOS Group
Bali, Indonesia & Hamburg, Germany