|
Petunjuk Kontrol Penularan SARS untuk Rumah Sakit
Direvisi 24 April 2003
Pasien
rawat jalan/ sèt triage :
- Mereka
yang pergi ke tempat-tempat pelayanan kesehatan (rumah sakit, dsb)
yang memerlukan pemeriksaan SARS harus secepatnya dialihkan oleh perawat-perawat
triage ke area yang terpisah untuk meminimasi penularan kepada yang
lain.
- Pasien-pasien
tersebut harus menggunakan masker wajah, idealnya masker yang mempunyai
filtrasi dari udara yang mereka hembuskan
- Staf
yang terlibat dalam proses triage harus menggunakan masker wajah (lihat
di bawah) dan pelindung mata serta mencuci tangan mereka sebelum dan
sesudah kontak dengan semua pasien tanpa kecuali, kontaminasi terjadi
biasanya setelah beraktivitas dan juga setelah melepaskan sarung tangan
- Dimanapun
memungkinkan, pasien yang masih berada dalam investigasi SARS harus
dipisahkan dari kasus para tersangka penderita.
- Sarung
tangan yang kotor, stetoskop dan peralatan lainnya mempunyai potensi
menularkan.
- Desinfektan
seperti misalnya fresh bleach solutions, harus tersedia dimana-mana
dengan konsentrasi yang tepat.
Sèt
pasien rawat inap
Perawatan
untuk tersangka penderita SARS (lihat Definisi
Kasus untuk Pengawasan terhadap Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
)
- Tersangka
penderita SARS harus diisolasi dan dilengkapi hal-hal yang tertera berikut
dengan preferensi sesuai urutan :
1. |
|
Ruang-ruang bertekanan negatif dengan pintu yang tertutup |
2. |
|
Ruang-ruang
tunggal dengan fasilitas kamar mandi sendiri |
3. |
|
Penempatan
berkelompok di sebuah area dengan persediaan udara, sistem pembuangan
udara dan fasilitas kamar mandi tersendiri. |
- Mematikan
AC (air conditioning) dan membuka jendela untuk mendapatkan ventilasi
yang baik dianjurkan jika persediaan udara independennya tidak bekerja.
Tapi mohon dipastikan bahwa jika jendela dibuka mereka berada jauh dari
tempat keramaian.
- WHO
menyarankan agar benar-benar taat terhadap pembedaan perawatan pasien
penderita SARS, menggunakan pencegahan untuk transmisi udara, tetes-tetes
air (droplet) dan transmisi kontak.
- Semua
staf, termasuk staf tambahan harus dilatih dalam pengukuran kontol penularan
yang diperlukan untuk perawatan pasien-pasien tersebut.
- Seorang
anggota staf harus ditunjuk untuk bertanggung-jawab dalam mengawasi
pelaksanaan dari staf lainnya dan menyediakan timbal-balik dari kontrol
penularan.
- Alat
sekali pakai (disposable) harus digunakan dimanapun memungkinkan
dalam perawatan dan penanganan pasien penderita SARS dan dibuang sesuai
petunjuk. Jika alat akan digunakan kembali, mereka harus disterilkan
sesuai dengan instruksi dari pabrik. Permukaan harus dibersihkan dengan
desinfektan spektrum luas yang telah terbukti bebas dari aktivitas virus.
- Pemindahan
pasien diluar unit isolasi harus dihindari. Jika memindahkan pasien
harus menggunakan masker wajah.
- Pengunjung,
jika diijinkan oleh rumah sakit harus dijaga tetap seminimum mungkin.
Mereka harus disertai dengan peralatan perlindungan pribadi (PPE-Personal
Protective Equipment) dan diawasi.
- Semua
staf yang tidak berhubungan (termasuk murid) sebaiknya tidak diijinkan
berada dalam unit/sal.
- Penting
sekali untuk mencuci tangan: oleh karena itu akses terhadap air bersih
sangatlah penting
Tangan harus dicuci sebelum dan sesudah kontak dengan pasien manapun,
kontaminasi biasanya terjadi setelah beraktivitas, juga setelah melepas
sarung tangan
- Desinfektan
kulit dari alkohol dapat digunakan jika dengan jelas jika tidak ada
kontaminasi materi organik
- Perhatian
khusus harus diberikan kepada intervensi-intervensi seperti pada penggunaan
nebuliser, fisioterapi dada, bronkoskopi atau gastrokopi; intervensi
lainnya yang mungkin mengganggu sistem pernafasan atau membuat para
pekerja kesehatan berada dalam jarak dekat dengan pasien dan cairan
yang potensial menular.
- PPE
harus digunakan oleh semua staf dan pengunjung yang memasuki unit isolasi.
-
PPE yang digunakan dalam situasi ini harus berisi:
Sebuah masker wajah yang menyediakan perlindungan pernafasan yang sesuai
(lihat di bawah)
Satu pasang sarung tangan
Pelindung mata
Baju sekali pakai
Celemek
Alas kaki yang mampu menetralisir kuman
- Semua
alat yang tajam harus digunakan dengan tepat dan aman
- Pakaian
dari pasien harus disiapkan di tempat yang telah ditentukan untuk diberikan
kepada staf binatu.
PPE yang tepat harus digunakan dalam persiapan ini dan pakaian harus
diletakkan dalam tas biohazard (berbahaya terhadap lingkungan)
- Ruangan
harus dibersihkan oleh staf dengan menggunakan PPE yang menggunakan
desinfektan spektrum luas yang telah terbukti bebas dari aktivitas virus
- Petunjuk
spesifik mengenai unit AC (air conditioning) akan tersedia secepatnya
- Perlindungan
pernafasan. Dimanapun mungkin ini harus disediakan pada tingkat filter
*P100/FFP3, atau P99/FFP2 (pada tingkat tersebut efisiensinya 99.97%
dan 99%). Filter *95 (efisiensi saringan 95%) juga menyediakan perlindungan
tingkat tinggi dan dapat dipakai dimana alternatif perlindungan yang
lebih tinggi yang diterima tidak tersedia sebagai contoh staf yang bekerja
di area triage, sebelum isolasi. Idealnya, masker yang digunakan harus
pas dites dengan “peralatan tes pas” (fit test kit)
sesuai dengan instruksi pabrik. Masker sekali pakai sebaiknya tidak
digunakan kembali.
*N/R/P 95/99/100
atau FFP 2/3 atau standar setara dari pabrik nasional (NIOSH (N,R,P 95,99,100)
atau CE EN149:2001(FFP 2,3) Eropa dan EN143:2000 (P2) atau standar setara
nasional/regional bisa dipakai di negara tempat berproduksi.
|