Google
Forums

News from the Dark Side of the Moon:
Bali Broadcasting Service


Bali-in-Danger

Waktu di Bali : Saturday, 05-Jul-2008 17:59
Webmail
Web Hosting Gratis

Posko Darurat Bali

Berita yg berhubungan dgn Bomb Bali


Tanya Jawab Tentang
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)


T :
Sesungguhnya SARS itu apa ?
 
 
J :
SARS kepanjangan dari Severe Acute Respiratory Syndrome – Sindrom Pernafasan Akut Berat yang sedang jadi momok misterius. Konon infeksi ini pertama kali terjadi di Guangdong – Cina, yang dengan cepat merembet ke belahan dunia lain, termasuk Amerika Utara.
 
T :
Apa gejala – gejala penyakit ini ?
 
J :
Umumnya problem ini dimulai dengan demam (lebih dari 38 derajat celcius). Tidak jarang muncul juga keluhan penyerta seperti menggigil, sakit kepala, tidak enak badan, dan pegal-pegal di seluruh tubuh. Dua sampai tujuh hari kemudian, penderitanya akan diserang batuk kering, sesak nafas dan kesulitan bernafas. Ketika proses ini demikian parah, kadar oksigen tubuh dalam darah menjadi sangat rendah. Dengan kata lain kebutuhan oksigen tubuh menjadi tak terpenuhi.Keadaan yang berbahaya ini perlu segera ditangani. Tak jarang penderita sindrom saluran nafas ini memerlukan bantuan nafas mekanis.
 
 
T :
Jika saya terpapar SARS, berapa hari kemudian saya baru merasakan gejala-gejalnya ?
 
 
J :
Masa inkubasi penyakit ini 2 – 7 hari, meskipun beberapa laporan menyebut periode yang lebih panjang, yaitu 10 hari. Artinya gejala / keluhan seperti di atas baru muncul 2 – 10 hari setelah terpapar kuman penyakit ini.
 
T :
Obat apa yang tersedia untuk penyakit ini ?
 
J :
Sampai hari ini regimen terapi yang jitu belum ditemukan. Namun demikian, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat merekomendasi penggunaan obat / antibiotika yang biasa digunakan untuk mengobati pneumonia atipikal yang serius. Telah pula dicoba mengkombinasi obat-obat antiviral seperti oseltamivir atau ribavirin, beserta steroid sekaligus. Sayang, hasilnya belum optimal betul. Para ahli masih terus meneliti kausa dari infeksi ini.
 
T :
Bagaimana cara penyebaran penyakit ini ?
 
J :
Jalur utamanya lewat udara. Jika penderitanya batuk atau bersin percikan dahaknya akan melayang di udara. Penularan terjadi, ketika seseorang menghirup partikel ini.
 
T :
Berapa lama pengidap penyakit ini berpotensi menularkan penyakitnya ?
 
J :
Penularan tertinggi terjadi saat penderita SARS menampakkan gejala-gejala klinis seperti di atas. Namun, belum diketahui dengan pasti berapa lama sebelum dan sesudah timbulnya gejala gangguan nafas, penderitanya masih berpotensi menularkan penyakitnya.
 
T :
Siapa yang paling berisiko tertular infeksi ini ?
 
J :
Laporan mengungkap kontak erat / dekat, seperti penggunaan alat-alat rumah tangga bersama merupakan jalur yang paling potensial bagi penularan penyakit ini. Petugas medis yang memeriksa atau merawat pasien tanpa “pelindung” yang memadai – sebagaimana prosedur pengendalian infeksi, juga memiliki risiko tertular yang tinggi.
 
T :
Apakah penyebab infeksi ini ?
 
J :
Dua nama patogen telah diidentifikasi oleh WHO : paramyxovirus dan coronavirus. Kedua jenis virus ini acapkali ditemukan pada pasien pengidap wabah ini. CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat mendapatkan makin banyak bukti yang menyokong coronavirus-lah yang jadi biang keladinya. Pernyataan ini lahir dari ditemukannya coronavirus dalam darah penderita infeksi ini. Tentu saja, masih dibutuhkan penelitian panjang plus ribuan sample darah penderita dan darah non- penderita, sebelum sebuah konklusi bisa dibangun.
 
T :
Siapa mahluk yang bernama coronavirus ?
 
J :
Ia merupakan sekelompok virus yang memiliki penampakan mirip mahkota (crown – like) ketika dilihat di bawah mikroskop. Virus ini merupakan penyebab infeksi pernafasan atas yang sering ditemukan. Pada hewan, virus ini dapat menimbulkan gangguan di sistem pencernaan, liver, dan jaringan saraf. Ia dapat bertahan dalam lingkungan bebas selama 3 jam.
 
T :
Jika telah lama diketahui bahwa coronavirus sering menjadi penyebab infeksi saluran nafas ringan pada manusisa, bagaimana mungkin virus ini menjadi kausa dari infeksi fatal macam SARS ?
 
J :
Belum cukup informasi tentang sepak terjang virus ini. Virus ini kadang-kadang menyebabkan pneumonia pada mereka yang kekebalan tubuhnya menurun. Pada binatang seperti kucing, anjing, babi, tikus, dan burung, coronavirus dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang parah.
 
T :
Adakah tes untuk mengetahui seseorang telah tertular virus ini ?
 
J :
Sampai hari ini belum tersedia pemeriksaan / test yang spesifik untuk SARS. CDC, WHO dan laboratorium lainnya sedang berupaya mengembangkan test yang sanggup mendeteksi antibodi terhadap coronavirus.
 
T :
Berapa besar risiko seseorang yang berada dalam satu pesawat atau kapal dengan seseorang yang diduga mengidap SARS ?
 
 
J :
Laporan menyebut penularan terjadi melalui kontak erat dengan penderita SARS, seperti penggunaan alat-alat rumah tangga bersama dan petugas medis yang tidak mengikuti prosedur pengendalian infeksi selama merawat pasien SARS. Namun, laporan juga menyebut terjadinya kasus ini di antara travelers – penumpang pesawat yang menuju dan berasal dari Hongkong, Hanoi, Singapura, dan daratan China. Berangkat dari temuan ini CDC mengumpulkan informasi dari setiap penumpang yang berada dalam satu pesawat dengan seseorang yang dicurigai mengidap SARS. Selanjutnya CDC akan mem follow – up (mengikuti) keadaan kesehatan dari penumpang tersebut selama 14 hari. CDC ingin memastikan orang tersebut tidak menderita gangguan pernafasan ini.
 
 
T :
Adakah upaya pencegahan yang bisa dikerjakan ?
 
J :
Pasien yang diduga mengidap SARS harus diopname di rumah sakit dan ditempatkan dalam ruangan isolasi. Masker bedah mesti digunakan oleh pasien yang dicurigai mengidap infeksi ini. Petugas medis yang memeriksa dan merawat pasien dengan dugaan atau pengidap SARS harus mengenakan masker N95 yang efektif melawan patogen. Jika masker jenis ini tak tersedia, masker bedah dapat digunakan.
 
T :
Sejauh ini, bagaimana managemen medis seseorang dengan dugaan SARS ?
 
J :
-
Pasien dengan gejala-gejala SARS harus secepatnya mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
-
Pasien harus segera mengenakan masker
-
Gali dan catat secara terperinci riwayat klinis, bepergian (traveling) dan kontak, termasuk munculnya gejala-gejala penyakit saluran nafas akut dalam 10 hari setelah kontak dengan seseorang yang menderita problem ini.
-
Lakukan pemeriksaan rontgen dada dan darah lengkap.
 
- Jika rontgen dada normal :
 
  • berikan nasehat tentang kesehatan pribadi, hindari tempat-tempat ramai, tranportasi umum, dan tetap tinggal di rumah sampai kondisi lebih baik.
  • Pasien dapat diizinkan pulang, namun segera datang / hubungi tempat pelayanan kesehatan jika gejala-gejala pernafasan tiba-tiba memburuk.
 
- Jika rontgen dada menunjukkan infiltrate unilateral atau bilateral dengan atau tanpa infiltrat interstisial, lakukan managemen berikut ini :
 
  • Pasien mesti diopname dan diisolasi.
  • Ambil contoh specimen untuk menyisihkan penyebab-penyebab lain dari pneumonia (termasuk pneumonia atipikal).
  • Ambil sample untuk pemeriksaan SARS, meliputi :
    Hitung darah putih, hitung platelet, creatine phosphokinase, tes fungsi hati, urea, elektrolit, dan C-reactive protein.
  • Strategi sample yang lebih lanjut akan segera tersedia.
 
Saat opname di rumah sakit masih tetap dianjurkan untuk memberikan antibiotika yang biasa digunakan untuk pengobatan pneumonia atipikal.
 
 
T :
Apa yang mesti saya lakukan jika saya kira saya mengidap SARS ?
 
J :
Jika Anda mengalami panas tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), disertai batuk-batuk atau kesulitan bernafas, Anda mesti memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Untuk memudahkan dokter menegakkan diagnosis, kemukakan riwayat perjalanan (traveling) ke daerah / negara dengan laporan kasus SARS yang baru saja Anda lakukan. Perlu juga Anda kemukakan riwayat kontak dengan seseorang yang memiliki gejala-gejala di atas di daerah tersebut.
 
T :
Apa rekomendasi CDC untuk mencegah penularan SARS di dalam keluarga ?
 
J :
-
Upaya mengontrol infeksi harus terus dilanjutkan oleh pasien-pasien SARS 10 hari setelah hilangnya gejala-gejala gangguan pernafasan dan demam. Pasien SARS harus membatasi interaksi di luar rumah dan tidak semestinya pergi ke kantor, sekolah, atau pusat keramaian selama periode 10 hari tersebut.
Dalam periode 10 hari ini, semua orang yang tinggal dalam rumah dengan pasien SARS harus selalu mengikuti rekomendasi menjaga kebersihan tangan, dengan cara mencuci tangan secara rutin atau menggunakan alkohol untuk membasuh tangan
Setiap pasien dengan SARS harus menutup mulut atau hidung dengan tissue sebelum bersin atau batuk. Jika memungkinkan, seseorang yang baru sembuh dari SARS harus memakai masker bedah selama kontak dekat dengan mereka yang tidak terinfeksi. Jika pasien tersebut tidak mampu menggunakan masker bedah, orang-orang lain yang tinggal serumah harus menggunakan masker pada saat kontak dengan penderita.
-
Sarung tangan sekali pakai (disposable) harus selalu digunakan untuk setiap kontak dengan cairan tubuh pasien SARS. Segera setelah kontak dengan cairan tubuh pendrita SARS, sarung tangan mesti dicopot dan dibuang. Segera cuci tangan setelah itu. Sarung tangan tidak boleh dicuci atau digunakan kembali. Cuci tangan yang teliti harus selalu dikerjakan, meskipun seseorang telah menggunakan sarung tangan.
Pasien SARS harus menghindari penggunaan alat makan bersama, handuk, dan tempat tidur dengan anggota rumah, walaupun peralatan ini dapat digunakan oleh anggota rumah lainnya setelah dicuci dengan sabun dan air panas.
-
Pembersih peralatan rumah tangga yang umum digunakan dianggap cukup efisien untuk membersihkan toilet, wastafel, dan permukaan benda-benda yang disentuh oleh pasien SARS, namun bahan-bahan pembersih ini mesti digunakan beberapa kali.
Anggota rumah lainnya tidak perlu membatasi aktivitas di luar, kecuali mereka menunjukkan gejala-gejala SARS, seperti panas dan gangguan nafas.
 
 
T :
Apa rekomendasi CDC untuk mencegah penyebaran SARS di dalam suatu pusat pelayanan kesehatan ?
 
J :
Penularan SARS ke petugas medis umumnya terjadi setelah kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala SARS, sebelum rekomendasi pengendalian infeksi dikerjakan. Fasilitas-fasilitas medis harus selalu waspada dan melakukan surveillance aktif terhadap petugas kesehatan yang terpapar pasien SARS tanpa pelindung dan menunjukkan gejala panas dan gangguan pernafasan. Petugas medis yang menderita panas dan gangguan nafas dalam 10 sehari sejak terpapar pasien SARS tanpa pelindung untuk sementara tidak diizinkan bekerja. Mereka harus tinggal di rumah dan melaporkan diri segera (misalnya, ke bagian pengendalian infeksi) jika perkembangan penyakitnya memburuk. Bebas tugas ini mesti dilanjutkan 10 hari setelah hilangnya demam dan gangguan nafas. Selama periode ini petugas medis yang terinfeksi harus menghindari kontak dengan orang-orang dalam fasilitas pelayanan kesehatan (tempatnya bekerja) dan masyarakat setempat.
 
 
Bebas tugas tidak perlu dilakukan bagi petugas medis yang terpapar SARS namun tidak menunjukkan panas badan atau gangguan nafas. Namun demikian, petugas medis tersebut harus melaporkan setiap bentuk paparan terhadap pasien SARS sesegera mungkin
 


Diterjemahkan oleh : Dr. Injil Abu Bakar



BaliSOS Telpon +49 (0)176 4822-3136

BaliSOS Group
Koordinator : Made Sambu (Harry Bleckert)
Desain & Layout : Made Kartha, Ida Bagus Anom

Update terakhir : Wednesday, 30-Apr-2003 10:43:31 UTC
This page (/sars/faq.id.html) counted 9 visitors today and 4,586 views since 18.11.2006
505 pages were viewed on BaliSOS.com today and 1,941,718 total pages since 14.10.2002
 Google PageRank for BaliSOS.com/sars/faq.id.html

Disklaim :
BaliSOS Group tidak bertanggung jawab atas kebenaran dari isi Forum Diskusi.
Kami tidak mempunyai sumber yang cukup untuk penelitian dan konfirmasi tentang kebenaran atas semua yg di beritakan dalam web site ini.
BaliSOS Group tidak bekerja sama dengan International SOS Bali Clinic.

© 2002 - 2006 oleh BaliSOS Group
Bali, Indonesia & Hamburg, Germany